Menjadi seorang Ahli Coding alias Programmer adalah sebuah panggilan jiwa. Gak muluk-muluk saya mengatakan demikian, karena memang demikianlah yang saya alami. Menjadi seorang Programmer butuh proses yang panjang dan tidak mudah.

Tapi jika Anda memang sudah bertekad kuat ingin menjadi seorang programmer, berikut ini adalah 6 syarat-sayarat yang harus Anda penuhi.

  1. Punya rasa ingin tahu
  2. Logikanya Jalan
  3. Bisa Bahasa Inggris
  4. Ketekunan
  5. Kreativitas
  6. Terakhir, jangan ragu untuk berbagi ilmu (sharing)

Dan saya akan membahas ke-6 faktor di atas.

1. Punya Rasa Ingin Tahu
Konon, kunci ilmu pengetahuan adalah rasa ingin tahu. Ilmu di bidang I.T. dan pemrograman sangat luas dan tidak pernah berhenti, setiap tahun, setiap bulan, setiap hari selalu ada saja perkembangan. Apa yang hari ini nge-trend boleh jadi usang bulan depan.

Seorang Ahli Coding dituntut untuk mampu beradaptasi dan terus mengikuti perkembangan teknologi I.T. kalau tidak mau, ya tertinggal. Dan hanya dengan dorongan rasa ingin tahu yang besarlah yang bisa memotivasi Anda untuk terus belajar dan menggali ilmu I.T.

2. Logika Jalan
Dunia I.T. adalah dunia rasional, dunia realistis bukan mistis. Sebuah komputer bisa bekerja bukan karena ada jin yang merasuki, tetapi karena ada program yang berjalan, dan program itu bisa jalan karena ada perintah-perintah kode yang dieksekusi dengan struktur dan aturan tertentu. Adapun kode merupakan perintah yang tesusun dari metode khusus yang tepat dan terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur, yang di mana langkah-langkah itu dituliskan secara matematis dan simbolis dalam bahasa pemrograman. Metode khusus ini dikenal dengan nama : Algoritma.

Dengan kata lain, Algoritma adalah dasar rasionalitas di dunia I.T. dan Pemrograman, dan jika berbicara rasionalitas berarti kita berbicara hal-hal yang masuk secara nalar dan akal sehat, dengan kata lain: kita berbicara tentang Logika.

Seorang Ahli Coding, sebagaimana profesi Engineer lainnya, WAJIB hukumnya memiliki logika yang bagus. Memiliki Nalar. Karena hanya dengan logika yang bagus seorang Ahli Coding mampu memahami Algoritma.

Orang yang memiliki daya Nalar bagus disebut dengan orang cerdas, sebaliknya yang nalarnya jelek disebut terbelakang atau moron.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya penerapan Algoritma sudah dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Ambil contoh ketika kita mandi, ada sebuah algoritma yang bekerja di sana. Yang namanya mandi pasti ada urutan-urutan langkah, mulai dari buka baju, bilas, sabunan, bilas kembali, mengeringkan dengan handuk, dan terakhir barulah memakai baju ganti.

Orang tehnik biasa menyimbolkan algoritma dengan suatu bagan yang disebut dengan Diagram Alur atau Flow Chart. Dan berikut di bawah adalah diagram alur untuk kegiatan mandi.

Dalam algoritma ada yang namanya sistem kontrol dan percabangan : if (jika), jika suatu keadaan belum terpenuhi maka bisa diarahkan ke keadaan lain, atau mundur ke belakang, dan mandi pun begitu. bukan?

Ketika Anda sabunan kemudian bilas lalu setelahnya hendak mengeringkan dengan handuk, ternyata Anda mendapati masih ada sisa sabun yang menempel di tubuh, maka Anda pasti batal handukan, bukan? Anda pasti akan kembali (backward) ke proses sebelumnya, yaitu membilas tubuh kembali sampai benar-benar bersih, dan barulah Anda handukan.

Nah, itulah Algoritma… dalam mandi.

Dalam dunia I.T. akan lebih banyak lagi algoritma yang lebih kompleks, tapi seberapapun kompleks dan rumitnya algoritma, Anda bisa memecahkannya , perlahan atau cepat, yang penting satu hal: Logika Anda jalan.

3. Bisa Bahasa Inggris
Orang I.T. , Ahli Coding gak bisa bahasa Inggris? Komentar saya singkat:

“MATI AJA LU!”

Bagaimana mungkin Anda mau berkecimpung di dunia I.T. tapi gak bisa bahasa Inggris?

Kita harus sadar realitanya bahasa Inggris memang mendominasi ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dunia I.T. Hampir semua literatur, narasumber, bacaan, e-book, tutorial dalam dunia pemrograman berbahasa Inggris.

Banyak forum belajar bikin web seperti w3schools.com atau forum tanya-jawab masalah pemrograman seperti stackoverflow.com , semuanya berbahasa Inggris.

Kita harus bercermin pada India, negara itu memiliki masalah sosial yang hampir sama dengan Indonesia, banyak penduduknya yang miskin dan kesenjangan sosial sangat tinggi. Tapi dibalik itu mereka giat belajar I.T. dan mau berbahasa Inggris. Mereka juga punya nyali untuk berkompetisi dengan orang Barat, sekalipun dibayar murah.

Tak ayal jadilah kini India sebagai raksasa I.T. dunia. Orang-orang India menempati posisi Top Management perusahaan raksasa seperti Google dan Microsoft.

Mengapa orang-orang India bisa semaju begitu? Kuncinya 3: Belajar I.T. , berbahasa Inggris, dan punya nyali berkompetisi.

4. Ketekunan

“Tak ada yg bisa mengalahkan ketekunan!”. Anda mungkin tahu semboyan Roy Kroc pendiri MacDonald, kesuksesan butuh ketekunan.

Anda membuat program belum tentu langsung jalan, bisa jadi ERROR. Membuat ERROR adalah wajar, saya pun masih sering, kita manusia bukan Tuhan.

Tapi tentunya ERROR itu harus diperbaiki. Ada kalanya kita STUCK, terjebak ERROR tanpa ada solusi sekian lama, dan itu membuat kita Frustasi.

Satu hal: Percayalah, saya juga sering begitu. Tapi hanya ada satu jawaban untuk itu semua : KETEKUNAN.

Hanya dengan modal Ketekunan kita akan terus berusaha mencari-cari cara, mencari jalan, dan mendapatkan solusi atas ERROR yang kita buat.

Dan manakala akhirnya ERROR itu berhasil diatasi, solusi ditemukan, maka ada suatu kepuasan tersendiri, otak kita akan mengeluarkan semacam hormon yang merasakan sensasi kebahagiaan yang tak terkira. Karena setelah ERROR ini diatasi, dunia seolah-olah terasa begitu mudah. Akhirnya kita lanjut megerjakan ke problem yang lebih sulit..dan demikianlah prosesnya terjadi berulang-ulang.

Memang benar, dibalik kesulitan itu ada kemudahan.

5. Kreativitas

Kreativitas adalah salah satu faktor yang menentukan kesuksasan seorang Ahli Coding. Jangan dikira kreativitas hanya diperlukan hanya oleh seniman, Ahli Coding sebagai ‘seniman I.T.’ pun sangat membutuhkannya.

Lihat lagi faktor No. 5 di atas, Anda memiliki Ketekunan, tapi Ketekunan tanpa kreatifitas adalah sia-sia.

Albert Einstein pernah bilang: “Tak ada yang lebih GILA selain melakukan pekerjaan dengan cara yang sama berulang-ulang namun mengharapkan hasil yang berbeda.”

Ketika Anda menemui ERROR, boleh jadi Anda berusaha mencari jalan. Tapi jika Anda melakukan usaha yg sama, itu-itu saja, maka jangan harap Anda mendapatkan hasil yg berbeda.

Di sinilah Kreatifitas mengambil peranan. Anda harus kreatif menemukan cara-cara dan metode baru demi menemukan solusi. Kalau cara A gagal maka pakailah cara B, kalau cara B gagal maka pakai cara C dan seterusnya. Jangan pernah mengulai kesalahan yang sama berulang-ulang tapi mengharap hasil yg berbeda significant, itu namanya GILA.

6. Jangan Ragu untuk Berbagi Ilmu

Kata orang bijak. Setelah manusia mati hanya dikenang 2 hal: Amal dan Ilmunya. Ilmu pemrograman sangat bermanfaat dan banyak Ahli Coding yang merahasiakan ilmunya dengan maksud untuk memonopolinya.

Saran saya adalah: JANGAN!

Ingat saja ketika kita pertama kali belajar kita juga diajari orang, lalu setelah kita bisa mengapa kita harus memutus aliran itu dengan tidak mau mengajari orang lain?

Membagi ilmu tidak ada ruginya, bahkan banyak manfaatnya. Jangan takut rahasia Anda terbongkar, teknologi Anda tercuri. Tidak. Yakinlah 1 gram ilmu Anda bagi ke orang maka 10 gram ilmu akan masuk ke diri Anda.

Saya sendiri hingga sekarang masih membagi ilmu saya, baik melalui kuliah maupun privat. Saya dapat bayaran dari situ tapi itu bukan bayaran untuk ilmunya melainkan bayaran atas memakai waktu saya. Ilmu sih saya bagikan Gratis.

Last modified: March 22, 2019

Author

Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.