“Baik kalo begitu Pak Rian,” kata Solehai, “Silahkan.. Saya mau dengar dari Bapak, menurut Bapak: ‘apa itu A.i. , Artificial Intelligence’ ?”

“Baik Pak Solehai,” jawabku, “Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin untuk dapat berperilaku seperti manusia terutama dalam hal berpikir, dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya … “

“MAAF, Sebentar !…” Solehai memotong tiba-tiba, kulihat dia mengangkat tangannya.

“Pak Rian, … saya bertanya KEPADA ANDA, BUKAN kepada Google atau Wikipedia. Saya bertanya kepada Anda apa itu Artificial Intelligence MENURUT Anda sendiri.

Apa yang ucapkan barusan adalah jawaban standar yang akan diberikan oleh Google apa bila saya mengetikan di tab pencarian : ‘apa itu Kecerdasan Buatan’ atau ‘What is Artificial Intelligence’

Atau begini saja Pak Rian, bagaimana jika Bapak saya beri waktu maksimal 5 detik saja untuk menjawab. Pak Rian pilihlah kata – kata yang pas, yang paling singkat tapi itu tetap mewakili jawaban keseluruhan. Untuk itu saya minta Pak Rian pikirkan dengan baik-baik kata-kata yang tepat, karena ingat: Bapak hanya punya waktu maksimal 5 detik.

Bagaimana , …. apakah bisa, Pak Rian?”

Aku terdiam sejenak, “Bisa, Pak Solehai,” jawabku kemudian.

“Baik kalo begitu,… nah Pak Rian dalam 5 detik: Apa itu Artificial Intelligence?”

BACA JUGA:  Solehai - Episode 1.2

“Mesin Peramal.”

“Apa ?”

“Mesin Peramal.. Artificial Intelligence adalah ‘Mesin Peramal’. Nah , bagaimana Pak, kalo saya hitung-hitung itu hanya butuh 2 detik ?’

Solehai tersenyum,”Menarik sekali jawaban Bapak, nah.. sekarang versi agak panjangnya, bisakah Bapak menjelaskan kenapa Bapak memilih jawaban demikian?”

“Karena itu adalah mesin yang bisa mengetahui apa yang terjadi sekarang, MEMPREDIKSI apa yang terjadi di masa yang akan datang, dan bahkan MENENTUKAN apa yang seharusnya terjadi di masa yang datang, dengan mengambil tindakan di saat sekarang.”

Itu sebabnya saya menyebut A.I. sebagai ‘Mesin Peramal’ karena dia bisa MEMPREDIKSI dan MENENTUKAN hal-hal yang akan dan seharusnya terjadi di masa depan, berdasarkan data yang ada sekarang dan masa lampau.”

” ‘Akan dan Seharusnya’ ?”

“Ya, Pak.. Akan dan Seharusnya.”

“Boleh dijelaskan maksud dari kata ‘Seharusnya’ ?”

“Artinya A.i. bisa memutuskan sendiri apa yang harus dia lakukan untuk menyingkapi masa depan yang sudah dia prediksi, sehingga nantinya dia bisa menciptakan masa depan yang sesuai dengan … ‘keinginan dia’ !”

“Bagus sekali… Bisakah Anda kasih contoh bagaimana A.i. ‘memutuskan sendiri sesuai keinginan dia’ seperti yang Anda bilang barusan?”

“Bisa, Pak!”

“OK, apa contohnya?”

“Pada tahun 2015 DeepMind Technologies sebuah perusahaan A.i. yang kemudian diakuisisi oleh Google, mengembangkan sebuah program Kecerdasan Buatan berbasis Deep Learning bernama AlphaGo.

BACA JUGA:  Solehai - Episode 1.1

AlphaGo adalah sebuah program untuk bermain catur Go, semacam permainan catur yang populer di negara-negara Asia Timur. Hebatnya program AlphaGo ini adalah: Dia BISA BELAJAR sendiri.

AlphaGo bisa menganalisa setiap move-move yang digerakkan oleh lawan, bahkan lebih dari itu , dia pun bisa mempelajari strategi lawan, dan menebak kira-kira langkah apa yang dilakukan lawan, dan mensiasatinya DULUAN.

Dengan demikian, AlphaGo adalah pecatur yang handal, yang bisa mengeluarkan langkah dan menentukan strategi sendiri, yang jauh lebih cerdas daripada strategi pecatur manapun di dunia, dalam hal ini pecatur manusia tentunya.

Hasilnya adalah pada tahun 2017, ketika bertarung dengan seorang pecatur Go Juara Dunia di Korsel bernama Lee Sedol, AlphaGo menak telak dengan skor 4-1. Lee Sedol hanya menang sekali di set ke-4 , itu pun diperkirakan hanya keberuntungan!”

“Luar biasa!” Solehai tersenyum

“Terima kasih, Pak,” jawabku, “Videonya ada di Youtube kok ,Pak.. Anda tinggal search saja: ‘AlphaGo’ “.

Last modified: December 9, 2020

Author

Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.