Note: Tulisan ini mudah dipahami awam, buat Anda yang ingin memulai belajar Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence, bisa mulai dengan membaca tulisan ini.

Akhirnya, saya jadi juga menulis bagian ini , tepat di tahun 2020, tepat di tengah pandemik Covid-19 sedang melanda dunia. Saya berharap sekali tulisan-tulisan saya ini bisa membantu dunia menanggulangi wabah virus Corona, sekaligus juga membantu membangkitkan perekonomian yang sedang terpuruk.

Dan memang, teknologi Artificial Intelligence (dan untuk selanjutnya saya akan menyebutnya A.I. saja) , sangat banyak membantu kita dan mengatasi pandemik ini. Dan mudah-mudahan Anda pun dengan mempelajari melalui website ahlicoding.com ini juga bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat dengan A.I. untuk orang banyak.

Banyak versi menuliskan A.I. sebagai singkatan Artificial Intelligence ,ada orang yang menuliskan AI saja (huruf kapital tanpa titik), ada yang menuliskan ‘ai’ (huruf kecil agar bisa membedakan huruf i dengan l), dan ada yang terakhir seperti cara saya yaitu A.I. (huruf kapital dengan titik), tapi okelah, itu hanya gaya penulisan saja, mari sekarang kita fokus pada subtansi.

Semua orang seperti berbicara terus mengenai A.I. , A.I., A.I. . Tetapi apakah mereka memahami itu A.I. ? Lalu apa bedanya A.I. dengan Machine Learning? Apa bedanya dengan Robotik? Apa bedanya dengan Expert System? Dengan Deep Learning? Dan Natural Language Processing, dll?

Tenanglah, di sini kita akan menjelaskan satu persatu, mulai dari dangkal hingga mendalam, dari konsepnya hingga praktik. Inilah tantangan terbesar seorang pakar, karena Einstein pernah bilang: “Kamu belum bisa dikatakan seorang ahli kalo belum bisa menjelaskan hal yang kamu kuasai ke dalam bahasa sederhana”.

Jadi jika Anda seorang Ahli Fisika Kuantum, Anda harus bisa menjelaskan Mekanika Kuantum kepada seorang anak SD atau tukang becak yang tidak pernah sekolah. Dan demikianlah, saya pun belum bisa dikatakan seorang ahli A.I. jika saya belum bisa menjelaskannya kepada orang awam hingga mereka mengerti.

Kita mulai saja dari definisi, dari Wikipedia (sumber) Anda bisa baca bahwa teknologi A.I. adalah sebuah teknologi yang memungkinkan mesin (atau komputer) bisa berperilaku kognitif menyerupai (istilahnya mimic) perilaku manusia. Apa yang dimaksud berperilaku bukan hanya sebatas berpikir, tapi bisa juga bergerak, mengambil sesuatu, berjalan, dan lain-lain.

Dan perilaku itu juga termasuk: Memprediksi Sesuatu. Inilah salah satu fungsi utama AI selain meniru manusia: mereka bisa melakukan Predictive Analysis, atau analisa prediksi untuk kejadian yang akan datang. Jadi jangan heran jika kita belanja di e-commerce, misalnya kita baru saja membeli alat pancing, nanti tau-tau di iklan e-commerce tersebut muncullah iklan-iklan seperti : jual umpan pancing, sewa tempat pemancingan, dan lain-lain yang berhubungan dengan memancing. Kita akan merasa seolah-olah e-commerce ini bisa ‘mengerti dan menebak’ apa maunya kita. Nah, itulah Predictive Analysis. Nanti semua kita bahas di bawah.

Kita balik lagi ke defininisi. Dari definisi di atas ini kita jelas: Robot Pekerja adalah A.I. karena dia bisa meniru tindakan manusia, misalnya untuk mengambil sesuatu, atau me-las logam, menge-press barang. Sebuah mobil bukanlah teknologi A.I. , karena mobil tidak bisa berperilaku seperti manusia, teknologi mobil hanya membantu manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi lain halnya jika mobil itu telah dilengkapi dengan program untuk bisa parkir sendiri di tepi jalan, seperti halnya mobil MPV keluaran Wuling terbaru, ini berarti mobil tersebut sudah dilengkapi A.I. karena dia sudah bisa meniru tindakan manusia untuk memarkir mobil.

Lalu apa gunanya Teknologi A.I. ?
Tak kenal maka tak sayang. Lalu kalau demikian mengapa orang repot-repot mengembangkan teknologi A.I. ? Jawabannya jika disingkat kita akan mendapat tiga jawaban berikut:
1. Untuk menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaannya
2. Untuk membuat pekerjaan manusia lebih cepat dan tepat
3. Untuk memprediksi sesuatu di masa depan

Sesuai Hukum Ekonomi ketiga manfaat di atas pasti akan menghasilkan keuntungan dan nilai tambah, itulah sebabnya banyak orang mengembangkan A.I. , potensi bisnis A.I. sendiri bisa trilyunan dolar setiap tahunnya.

1. A.I. Bisa Menggantikan Pekerjaan Manusia
Robot yang dilengkapi A.I. bisa menggantikan tenaga buruh untuk pekerjaan repetitif, atau masuk ke tempat-tempat berbahaya seperti bawah tambang atau dasar lautan untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Semua hal yang tadinya beresiko tinggi bagi manusia kini bisa ditanggulangi karena pekerjaan itu dilakukan oleh robot.

Kita gak usah jauh-jauh ke robot, A.I. pun bisa diterapkan dalam hal pengawasan CCTV. Jika Anda lihat di bawah ini adalah contoh bagaimana A.I. berperan besar dalam mengawasi mobil yang lewat dan sekaligus MENCATAT plat nomor kendaraan tersebut, dan manakala ada kendaraan yang buron (misalnya mobil curian yang plat nomornya sudah dicatat) langsung terdeteksi dari plat nomornya (kalau belum diganti) dan alarm pun berbunyi. Dalam hal ini A.I. telah menggantikan tugas manusia (Polantas) dalam hal mengawasi kendaraan.

Contoh Teknologi A.I. License Plate Recognition (LPR)

Teknologi A.I. macam ini disebut dengan LPR (License Plate Recognition) dan OH YA !! Teknologi ini tidak susah-susah amat! Bagi Anda yang berminat sebagai Ahli Coding, teknologi ini cocok buat pemula, kita akan belajar pemrograman untuk membuat teknologi ini di belakang, GRATIS!! Silahkan ditunggu saja.

2. A.I. Bisa Membuat Pekerjaan Manusia Lebih Cepat dan Tepat
Salah satu kegunaan A.I. adalah bisa menganalisa gambar dan video. Dan contoh gambar yang sering dianalisa adalah gambar medis (medical imaging) seperti di bawah, misalnya untuk mendiagnosa apakah ada tumor di kepala atau tidak.

Contoh gambar medis hasil MRI

Seorang ahli diagnosis atau dokter tentu bisa menganalisis secara manual dengan mata telanjang, tapi itu memakan waktu sejaman atau beberapa menit untuk dokter yang sudah berpengalaman. Seorang dokter yang berpengalaman pun hanya bisa melakukan analisa dalam jumlah terbatas, dan bisa jadi dia kadang-kadang melakukan kesalahan, apalagi ketika dia lelah.

Sekarang dengan hadirnya A.I. dengan teknologi Deep Learning, proses analisa itu bisa dilakukan dengan cepat, hanya dalam beberapa detik, dengan akurasi tinggi dan dalam jumlah banyak, tanpa mengenal lelah, mengantuk, atau terdistorsi, sebab yang melakukan pekerjaan adalah mesin bukan makhluk hidup.

3. A.I. Bisa Memprediksi Sesuatu di Masa Depan
Kita sudah bahas sedikit mengenai e-commerce di atas, kemampuan e-commerce dalam ‘menebak’ isi otak Anda itulah salah satu kemampuan Predictive Analysis. Bukan hanya e-commerce, bahkan kemampuan analisa prediksi ini bisa diterapkan juga ke perusahaan, misalnya memperkirakan biaya maintenance di masa depan, bisa memprediksi laju penularan wabah (seperti epidemik Covid-19), atau ke bursa saham: Robot A.I. untuk trading kini sudah marak digunakan di Wall Street.

Jika Anda penasaran mengapa A.I. bisa begitu saya kasih tahu alasannya: Karena Data ! Ya A.I. adalah teknologi yang menggunakan data sebagai bahan pembelajarannya, data itu macam-macam, bisa berupa teks, suara, gambar, video. Kita akan membahas ini dalam hal Machine Learning di belakang.

Tapi satu hal yang pasti, jika Anda ingin menjadi Ahli A.I. maka Anda harus juga belajar mengenai Analisa Data (Data Analysis), terutama sekali Analisa Data Ukuran Besar alias Big Data Analysis. Big Data dan A.I. ibaratnya seperti Romeo dan Juliet, keduanya berpasangan, jadi jika Anda hanya mempelajari satu saja maka akan terjadi ketimpangan dalam keilmuan Anda.

Ilmu Dasar Yang Dibutuhkan untuk Menjadi Ahli A.I.
Kita akan mengulas ini lebih lanjut di tulisan saya berikutnya, tetapi saya kasih gambaran sedikit: Untuk belajar memperdalam A.I. setidaknya Anda harus menguasai 3 bidang ilmu: Matematika, Statistika, dan Ilmu Algoritma ala Khawarizmi . Bagi Anda yang belum tahu apa itu ilmu Algoritma Khawarizmi, silahkan lihat tulisan saya di website www.ahlicoding.com di kategori ‘Dasar Logika dan Algoritma Khawarizmi’ (sumber link).

Last modified: October 15, 2020

Author

Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.